Dapat Beasiswa dari DIKTI, Sinta Sintia Menjadi Wisudawan Terbaik Prodi Pendidikan Teknik Bangunan

Mengawali perjalanan di Universitas Pendidikan Indonesia khususnya di Program Studi (Prodi) Pendidikan Teknik Bangunan Fakultas Pendidikan Teknologi dan Kejuruan (FPTK) dengan jalur SNMPTN, akhirnya membuat Sinta, gadis kelahiran Sumedang, 12 November 1998 bisa membuktikan bahwa dirinya mampu berprestasi seperti apa yang diharapkan oleh orangtuanya.

Hal ini terbukti dengan capaiannya sebagai Wisudawan Terbaik Prodi Pendidikan Teknik Bangunan FPTK UPI pada wisuda UPI Gelombang III Tahun 2020. Tumbuh dari keluarga sederhana, tidak membuatnya merasa tidak percaya diri, terbukti dengan beberapa penghargaan yang didapatkan dari lembaga pendidikan.

Di samping itu, putri pasangan Bapak Ruhyana dan Ibu Heni Kusmawati, ini juga memiliki segudang prestasi membanggakan selama di bangku kuliah. Adapun prestasi yang pernah diraihnya, antara lain: (1) Juara pertama perwakilan Universitas Pendidikan Indonesia, dalam lombanya menganalisis alat penghisap udara yang diberi nama dengan Voltages Reduction Of Air Pollution (V-Rap) dibawah bimbingan Drs. Sukadi, M.Pd., M.T., (2) Finalis lomba Karya Tulis Ilmiah dengan melakukan penelitian dalam bidang teknologi Innovation of Durio Waste For Bio-Battery Energy yang diselenggarakan oleh Universitas Pendidikan Ganesha, Bali, serta banyak yang lainnya.

Dirinya menyampaikan selama menjadi mahasiswa S-1, cukup aktif di organisasi kemahasiswaan. “Pada tahun 2019, saya dipercaya untuk menjadi penanggung jawab dalam bidang akademik khusus perlombaan oleh Himpunan Mahasiswa Sipil UPI, serta menjadi asisten dosen pada mata kuliah Teknik Jalan Raya yang diampu oleh Dr. Nandan Supriatna, M.Pd,” ungkapnya.

Ia menambahkan menjadi mahasiswa mungkin menjadi impian bagi banyak orang, oleh karena itu gunakan kesempatan ini untuk mengembangkan diri, memperluas pengetahuan, menggali potensi, dan mencari relasi. Sehingga menjadi Sarjana khususnya Sarjana pendidikan, merupakan hal yang harus dipertanggungjawabkan baik dari segi ilmu dan pengalaman yang sudah barang tentu harus memberikan kontribusi dalam bidang peningkatan kualitas pendidikan di masa mendatang.

Gadis yang mempunyai motto 1 Kata, 1000 Tindakan mengatakan, dirinya selalu berusaha mengerjakan tugas-tugas akademik dengan baik dan tepat waktu. “Intinya harus curi start, saya meyakini bahwa proses itu amat penting, sedangkan hasil itu hanya bonus. Jadi buat temen-temen yang sedang menjalankan kuliah, atur waktu antara akademik dan non akademik, jangan menunda. Kuliah bukan hanya mendapat nilai, tapi mendapat ilmu yang berkah, oleh karena itu pasang start belajar yang tidak sama dengan kebanyakan orang, agar sisa waktu deadline tugas bisa digunakan untuk hal-hal positive lain,” ujarnya.

“Alhamdulillaah, Segala puji bagi Allah yang dengan nikmatnyalah segala kebaikan menjadi sempurna. Terima kasih bagi orangtua dan keluarga yang selalu menemani setiap langkah, dan tentunya para Dosen dilingkungan Departemen Pendidikan Teknik Sipil  FPTK UPI yang senantiasa memberikan ilmu yang Insyaa Allah menjadi bekal masa depan saya, dan kepada teman-teman seperjuangan yang banyak memberikan banyak pelajaran berharga dan kenangan baik yang tidak akan pernah terlupa bagi saya. Sebagai anak sulung, saya mempunyai harapan besar untuk bisa memberikan pencapaian yang terbaik dalam segala hal untuk dipersembahkan kepada orangtua tercinta saya. Hidup merupakan sarana pembelajaran, ujian dan rintangan pasti ada. Oleh karena itu, jangan berhenti belajar, karena hidup tidak pernah berhenti mengajari. Allaah memberikan sedikit ujian, rasa tidak berharga, rasa kecewa, dan sedikit kesakitan dalam menimba ilmu, jangan dijadikan sebagai alasan untuk berhenti belajar, “tutup Sinta.

Sumber : http://fptk.upi.edu/read/post/dapat-beasiswa-dari-dikti,-sinta-sintia-menjadi-wisudawan-terbaik-prodi-pendidikan-teknik-bangunan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *